Kemaren sempat bingung mau cari downloadan Alqur'an yang free tapi lengkap 114 surat dimana?
akhirnya tadi sempat nyari2 dan banyak reverensinya salah satunya di http://mp3quran.net/eng/bna_english.html
tapi masih nyari yang 30 juz jadi satu dalam 1 folder.... kalo yg punya info boleh share...

Senin, 30 Agustus 2010
Sabtu, 28 Agustus 2010
Diabetes Terkait Penyakit Alzheimer
Kompas.com - Dua jenis penyakit yang dalam satu dasawarsa terakhir ini banyak diderita masyarakat dan berdampak kesehatan serius, ternyata saling berkaitan. Para ilmuwan menemukan orang yang menderita diabetes tipe 2 ternyata beresiko mengalami plak di otak yang diyakini mencetuskan penyakit Alzheimer.
Setelah menganalisa faktor risiko lainnya, para peneliti dari Jepang menyimpulkan orang yang memiliki kadar insulin puasa sangat tinggi beresiko 6 kali lebih tinggi untuk terjadinya deposit plak di antara saraf otak dibandingkan dengan orang yang insulin puasanya rendah.
Mereka yang nilai resistensi insulin (kondisi sel tidak bisa menggunakan insulin secara efektif) sangat tinggi beresiko 5 kali terjadinya plak di otak dibanding mereka yang nilai resistensi insulinnya rendah.
"Faktanya, risiko terjadinya plak, yang diduga menyebabkan penyakit Alzheimer, meningkat secara linear dengan faktor-faktor yang berkaitan dengan diabetes," kata ketua peneliti Dr.Kensuke Sasaki yang hasil risetnya dimuat dalam jurnal Neurology.
Dalam penelitiannya, Sasaki mengotopsi 135 lansia di Jepang yang meninggal antara tahun 1998 dan 2003. Sebelum meninggal, para lansia itu menjalani berbagai tes untuk mengetahui kesehatan otak dan jantung mereka. Dalam tes itu mereka juga diukur kadar gula darah dan insulinnya, termasuk ada tidaknya resistensi insulin.
Para peneliti menemukan, adanya kaitan antara kadar gula darah sewaktu yang tinggi serta kadar insulin puasa yang tinggi dengan risiko terjadinya plak.
Hingga saat ini belum ada cara yang efektif untuk mencegah penyakit Alzheimer yang dapat membuat penderitanya mengalami penurunan kemampuan kecerdasan ini. Namun hasil riset tersebut bisa menjadi bukti pentingnya mengontrol diabetes agar terhindar dari penyakit Alzheimer.
Setelah menganalisa faktor risiko lainnya, para peneliti dari Jepang menyimpulkan orang yang memiliki kadar insulin puasa sangat tinggi beresiko 6 kali lebih tinggi untuk terjadinya deposit plak di antara saraf otak dibandingkan dengan orang yang insulin puasanya rendah.
Mereka yang nilai resistensi insulin (kondisi sel tidak bisa menggunakan insulin secara efektif) sangat tinggi beresiko 5 kali terjadinya plak di otak dibanding mereka yang nilai resistensi insulinnya rendah.
"Faktanya, risiko terjadinya plak, yang diduga menyebabkan penyakit Alzheimer, meningkat secara linear dengan faktor-faktor yang berkaitan dengan diabetes," kata ketua peneliti Dr.Kensuke Sasaki yang hasil risetnya dimuat dalam jurnal Neurology.
Dalam penelitiannya, Sasaki mengotopsi 135 lansia di Jepang yang meninggal antara tahun 1998 dan 2003. Sebelum meninggal, para lansia itu menjalani berbagai tes untuk mengetahui kesehatan otak dan jantung mereka. Dalam tes itu mereka juga diukur kadar gula darah dan insulinnya, termasuk ada tidaknya resistensi insulin.
Para peneliti menemukan, adanya kaitan antara kadar gula darah sewaktu yang tinggi serta kadar insulin puasa yang tinggi dengan risiko terjadinya plak.
Hingga saat ini belum ada cara yang efektif untuk mencegah penyakit Alzheimer yang dapat membuat penderitanya mengalami penurunan kemampuan kecerdasan ini. Namun hasil riset tersebut bisa menjadi bukti pentingnya mengontrol diabetes agar terhindar dari penyakit Alzheimer.
Terapkan "Netiquette" Saat Berinternet
KOMPAS.com - Internet adalah dunia tanpa batas yang memungkinkan setiap orang bisa mendapatkan informasi yang diinginkannya. Tetapi, jangan salah, karena di dunia maya itu ada semacam kode etik tidak tertulis (netiquette) sebagai satu sarana untuk mengatur agar tidak terjadi masalah.
Netiquette memiliki fungsi yang sama dengan etiket yang ada di dalam lingkungan sosial manusia, yaitu merupakan tata krama atau sopan santun yang harus diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. Ada tiga prinsip yang menjadi cakupan netiquette:
1. Sumber informasi yang digunakan bersama. Meski merupakan sumber informasi tak terbatas, sebenarnya sumber-sumber tersebut dimiliki oleh orang lain. Karena itulah, di sini berlaku conserve bandwith saat melakukan aktivitas dengan internet, yang artinya jangan mengirim pesan pesan yang terlalu panjang jika pesan pendek sudah cukup. Menggunakan program atau file yang sudah dikompres dan menggunakan sumber informasi terdekat adalah hal yang dianjurkan dalam prinsip ini.
2. Perlindungan informasi. Ini terkait dengan etos kerja di mana Anda diharapkan untuk tidak menggunakan sumber informasi pada jam sibuk (memperlamban sistem ketika pemilik sumber informasi memerlukan). Atau jangan terlalu berlebihan saat menggunakan sumber informasi.
3. Perilaku umum. Prinsip yang terakhir ini berkait dengan sikap hormat dan sopan Anda sebagai pengguna internet kepada orang lain. Hal ini bisa diterapkan misalnya dengan:
a. Mengirim surat pribadi degan tidak lupa mencantumkan identitas pengirim secara lengkap dan tidak lupa untuk menulis subyek surat elektronik (e-mail) yang cukup menggambarkan isi surat keseluruhan.
b. Tidak mengirim pesan yang sama ke banyak newsgroup atau mailing list (kelompok diskusi) karena hal ini merupakan pemborosan, toh tidak semua orang perlu tahu informasi yang Anda kirim bukan?
c. Meneruskan surat berantai ke alamat e-mail lain. Kalau Anda menerima pesan yang tidak bermanfaat dan tidak dikenal sebaiknya langsung menghapus e-mail tersebut. Bukan malah meneruskannya ke alamat lain.
Cara bersikap memang bukan hanya milik dunia nyata saja, dunia maya pun membutuhkan satu sikap yang baik demi kepentingan bersama.
Sumber: Kompas Klasika
Netiquette memiliki fungsi yang sama dengan etiket yang ada di dalam lingkungan sosial manusia, yaitu merupakan tata krama atau sopan santun yang harus diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. Ada tiga prinsip yang menjadi cakupan netiquette:
1. Sumber informasi yang digunakan bersama. Meski merupakan sumber informasi tak terbatas, sebenarnya sumber-sumber tersebut dimiliki oleh orang lain. Karena itulah, di sini berlaku conserve bandwith saat melakukan aktivitas dengan internet, yang artinya jangan mengirim pesan pesan yang terlalu panjang jika pesan pendek sudah cukup. Menggunakan program atau file yang sudah dikompres dan menggunakan sumber informasi terdekat adalah hal yang dianjurkan dalam prinsip ini.
2. Perlindungan informasi. Ini terkait dengan etos kerja di mana Anda diharapkan untuk tidak menggunakan sumber informasi pada jam sibuk (memperlamban sistem ketika pemilik sumber informasi memerlukan). Atau jangan terlalu berlebihan saat menggunakan sumber informasi.
3. Perilaku umum. Prinsip yang terakhir ini berkait dengan sikap hormat dan sopan Anda sebagai pengguna internet kepada orang lain. Hal ini bisa diterapkan misalnya dengan:
a. Mengirim surat pribadi degan tidak lupa mencantumkan identitas pengirim secara lengkap dan tidak lupa untuk menulis subyek surat elektronik (e-mail) yang cukup menggambarkan isi surat keseluruhan.
b. Tidak mengirim pesan yang sama ke banyak newsgroup atau mailing list (kelompok diskusi) karena hal ini merupakan pemborosan, toh tidak semua orang perlu tahu informasi yang Anda kirim bukan?
c. Meneruskan surat berantai ke alamat e-mail lain. Kalau Anda menerima pesan yang tidak bermanfaat dan tidak dikenal sebaiknya langsung menghapus e-mail tersebut. Bukan malah meneruskannya ke alamat lain.
Cara bersikap memang bukan hanya milik dunia nyata saja, dunia maya pun membutuhkan satu sikap yang baik demi kepentingan bersama.
Sumber: Kompas Klasika
Selasa, 10 Agustus 2010
Marhaban Ya Ramadhan....
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,
pukulan yang telak bagi manusia (seperti saya) yang begitu sering menyia-nyiakan waktu,
besok ramadhan telah tiba membawa kisah baru tentang lomba yang indah dan smua (InsyALLAH) dapat menjadi pemenangnya...
hari ini masjid yang biasanya sepi menjadi begitu ramai dan semarak puluhan bahkan ribuan orang mengalunkan dzikir rasa syukur atas nikmat umur dan waktu sehingga dapat berjumpa kembali dengan ramadhan.
gerbang perbaikan diri, kembali memoles muka hati agar kembali terlihat cantik dan bersinar,
Alqur'an yang sudah lama tergeletak dan tak tersentuh kembali dibaca, dilantunkan dengan merdu penuh kekhusukkan...
semoga ramadhan tahun ini menjadi berkah untuk kita smua...amin...........
pukulan yang telak bagi manusia (seperti saya) yang begitu sering menyia-nyiakan waktu,
besok ramadhan telah tiba membawa kisah baru tentang lomba yang indah dan smua (InsyALLAH) dapat menjadi pemenangnya...
hari ini masjid yang biasanya sepi menjadi begitu ramai dan semarak puluhan bahkan ribuan orang mengalunkan dzikir rasa syukur atas nikmat umur dan waktu sehingga dapat berjumpa kembali dengan ramadhan.
gerbang perbaikan diri, kembali memoles muka hati agar kembali terlihat cantik dan bersinar,
Alqur'an yang sudah lama tergeletak dan tak tersentuh kembali dibaca, dilantunkan dengan merdu penuh kekhusukkan...
semoga ramadhan tahun ini menjadi berkah untuk kita smua...amin...........
Senin, 26 Juli 2010
Socrates
Socrates[2] diperkirakan lahir dari ayah yang berprofesi sebagai seorang pemahat patung dari batu (stone mason) bernama Sophroniskos. Ibunya bernama Phainarete berprofesi sebagai seorang bidan, dari sinilah Socrates menamakan metodenya berfilsafat dengan metode kebidanan nantinya. Socrates beristri seorang perempuan bernama Xantippe dan dikaruniai tiga orang anak.
Secara historis, filsafat Socrates mengandung pertanyaan karena Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Apa yang dikenal sebagai pemikiran Socrates pada dasarnya adalah berasal dari catatan oleh Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya. Yang paling terkenal diantaranya adalah Socrates dalam dialog Plato dimana Plato selalu menggunakan nama gurunya itu sebagai tokoh utama karyanya sehingga sangat sulit memisahkan mana gagasan Socrates yang sesungguhnya dan mana gagasan Plato yang disampaikan melalui mulut Sorates. Nama Plato sendiri hanya muncul tiga kali dalam karya-karyanya sendiri yaitu dua kali dalam Apologi dan sekali dalam Phaedrus[3]
Socrates dikenal sebagai seorang yang tidak tampan, berpakaian sederhana, tanpa alas kaki dan berkelilingi mendatangi masyarakat Athena berdiskusi soal filsafat. Dia melakukan ini pada awalnya didasari satu motif religius untuk membenarkan suara gaib yang didengar seorang kawannya dari Oracle Delphi yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang lebih bijak dari Socrates. Merasa diri tidak bijak dia berkeliling membuktikan kekeliruan suara tersebut, dia datangi satu demi satu orang-orang yang dianggap bijak oleh masyarakat pada saat itu dan dia ajak diskusi tentang berbagai masalah kebijaksanaan. Metode berfilsafatnya inilah yang dia sebut sebagai metode kebidanan. Dia memakai analogi seorang bidan yang membantu kelahiran seorang bayi dengan caranya berfilsafat yang membantu lahirnya pengetahuan melalui diskusi panjang dan mendalam. Dia selalu mengejar definisi absolut tentang satu masalah kepada orang-orang yang dianggapnya bijak tersebut meskipun kerap kali orang yang diberi pertanyaan gagal melahirkan definisi tersebut. Pada akhirnya Socrates membenarkan suara gaib tersebut berdasar satu pengertian bahwa dirinya adalah yang paling bijak karena dirinya tahu bahwa dia tidak bijaksana sedangkan mereka yang merasa bijak pada dasarnya adalah tidak bijak karena mereka tidak tahu kalau mereka tidak bijaksana.
Cara berfilsatnya inilah yang memunculkan rasa sakit hati terhadap Sokrates karena setelah penyelidikan itu maka akan tampak bahwa mereka yang dianggap bijak oleh masyarakat ternyata tidak mengetahui apa yang sesungguhnya mereka duga mereka ketahui. Rasa sakit hati inilah yang nantinya akan berujung pada kematian Sokrates melalui peradilan dengan tuduhan resmi merusak generasi muda, sebuah tuduhan yang sebenarnya dengan gampang dipatahkan melalui pembelaannya sebagaimana tertulis dalam Apologi karya Plato. Socrates pada akhirnya wafat pada usia tujuh puluh tahun dengan cara meminum racun sebagaimana keputusan yang diterimanya dari pengadilan dengan hasil voting 280 mendukung hukuman mati dan 220 menolaknya.
Socrates sebenarnya dapat lari dari penjara, sebagaimana ditulis dalam Krito, dengan bantuan para sahabatnya namun dia menolak atas dasar kepatuhannya pada satu "kontrak" yang telah dia jalani dengan hukum di kota Athena. Keberaniannya dalam menghadapi maut digambarkan dengan indah dalam Phaedo karya Plato. Kematian Socrates dalam ketidakadilan peradilan menjadi salah satu peristiwa peradilan paling bersejarah dalam masyarakat Barat.
Secara historis, filsafat Socrates mengandung pertanyaan karena Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Apa yang dikenal sebagai pemikiran Socrates pada dasarnya adalah berasal dari catatan oleh Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya. Yang paling terkenal diantaranya adalah Socrates dalam dialog Plato dimana Plato selalu menggunakan nama gurunya itu sebagai tokoh utama karyanya sehingga sangat sulit memisahkan mana gagasan Socrates yang sesungguhnya dan mana gagasan Plato yang disampaikan melalui mulut Sorates. Nama Plato sendiri hanya muncul tiga kali dalam karya-karyanya sendiri yaitu dua kali dalam Apologi dan sekali dalam Phaedrus[3]
Socrates dikenal sebagai seorang yang tidak tampan, berpakaian sederhana, tanpa alas kaki dan berkelilingi mendatangi masyarakat Athena berdiskusi soal filsafat. Dia melakukan ini pada awalnya didasari satu motif religius untuk membenarkan suara gaib yang didengar seorang kawannya dari Oracle Delphi yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang lebih bijak dari Socrates. Merasa diri tidak bijak dia berkeliling membuktikan kekeliruan suara tersebut, dia datangi satu demi satu orang-orang yang dianggap bijak oleh masyarakat pada saat itu dan dia ajak diskusi tentang berbagai masalah kebijaksanaan. Metode berfilsafatnya inilah yang dia sebut sebagai metode kebidanan. Dia memakai analogi seorang bidan yang membantu kelahiran seorang bayi dengan caranya berfilsafat yang membantu lahirnya pengetahuan melalui diskusi panjang dan mendalam. Dia selalu mengejar definisi absolut tentang satu masalah kepada orang-orang yang dianggapnya bijak tersebut meskipun kerap kali orang yang diberi pertanyaan gagal melahirkan definisi tersebut. Pada akhirnya Socrates membenarkan suara gaib tersebut berdasar satu pengertian bahwa dirinya adalah yang paling bijak karena dirinya tahu bahwa dia tidak bijaksana sedangkan mereka yang merasa bijak pada dasarnya adalah tidak bijak karena mereka tidak tahu kalau mereka tidak bijaksana.
Cara berfilsatnya inilah yang memunculkan rasa sakit hati terhadap Sokrates karena setelah penyelidikan itu maka akan tampak bahwa mereka yang dianggap bijak oleh masyarakat ternyata tidak mengetahui apa yang sesungguhnya mereka duga mereka ketahui. Rasa sakit hati inilah yang nantinya akan berujung pada kematian Sokrates melalui peradilan dengan tuduhan resmi merusak generasi muda, sebuah tuduhan yang sebenarnya dengan gampang dipatahkan melalui pembelaannya sebagaimana tertulis dalam Apologi karya Plato. Socrates pada akhirnya wafat pada usia tujuh puluh tahun dengan cara meminum racun sebagaimana keputusan yang diterimanya dari pengadilan dengan hasil voting 280 mendukung hukuman mati dan 220 menolaknya.
Socrates sebenarnya dapat lari dari penjara, sebagaimana ditulis dalam Krito, dengan bantuan para sahabatnya namun dia menolak atas dasar kepatuhannya pada satu "kontrak" yang telah dia jalani dengan hukum di kota Athena. Keberaniannya dalam menghadapi maut digambarkan dengan indah dalam Phaedo karya Plato. Kematian Socrates dalam ketidakadilan peradilan menjadi salah satu peristiwa peradilan paling bersejarah dalam masyarakat Barat.
Minggu, 25 Juli 2010
Kehidupan itu 10% apa yang kita dapatkan dan 90% apa yang kita lakukan
terkadang tanpa kita sadari pada awal langkah kita, kita begitu bersemangat, berapi-api ingin segera mewujudkan semua rencana yang telah tersusun rapi. namun, begitu sampai dititik dimana kita menemukan tembok penghalang yang sangat kokoh, kita mulai berpikir mundurkah? majukah? ato menunggukah?
ketika tembok itu terlalu sulit untuk kita lewati dan kita mulai merasa goyah dengan semua usaha kita slama ini, ingatlah akan semua proses yang telah kita lewati. semua orang selalu beranggapan hasillah yang paling penting, karena dari awalnya kita memang diajari demikian. setiap ujian dijanjikan tas baru apabila dapat juara 1 tak peduli bagaimana prosesnya, mau nyontek kek, mau njiplak kek, tak ada yang ambil pusing.
dan itulah yang kita pegang sampai saat ini, kita tak pernah mempedulikan prosesnya tapi kita cenderung fokus ke hasilnya, tak kan jadi roti yang lezat kalau prosesnya tak benar. sesempurna apapun hasil yang kita dapat kalau itu bukan hasil kerjakeras kita sendiri akankah masih bisa anda tersenyum puas????
manusia terlalu sering berbohong pada dirinya sendiri, merasa puas dengan apa yang didapat padahal itu hasil dari melukai perasaan orang lain....
saat kita mulai tak bersemangat coba ingat kembali, betapa pada awalnya semua begitu menggebu, betapa banyak harapan yang sekarang sedang bergantung di depan kita....dengan mengingat prosesnya dan menikmati perjalanannya niscaya semua akan menjadi lebih mudah.
jangan lupa pula untuk selalu bersyukur, tak akan jadi apa2 kita tanpaNya...
apapun hasil yang kita harapkan ingatlah untuk menikmati prosesnya, karena melalui proses itulah kita belajar menghadapi segala rintangan dan melalui proses itulah kita selalu ingat untuk bersyukur...
tak kan pernah ada artinya hasil yang luar biasa tanpa proses yang penuh kerja keras.
ketika tembok itu terlalu sulit untuk kita lewati dan kita mulai merasa goyah dengan semua usaha kita slama ini, ingatlah akan semua proses yang telah kita lewati. semua orang selalu beranggapan hasillah yang paling penting, karena dari awalnya kita memang diajari demikian. setiap ujian dijanjikan tas baru apabila dapat juara 1 tak peduli bagaimana prosesnya, mau nyontek kek, mau njiplak kek, tak ada yang ambil pusing.
dan itulah yang kita pegang sampai saat ini, kita tak pernah mempedulikan prosesnya tapi kita cenderung fokus ke hasilnya, tak kan jadi roti yang lezat kalau prosesnya tak benar. sesempurna apapun hasil yang kita dapat kalau itu bukan hasil kerjakeras kita sendiri akankah masih bisa anda tersenyum puas????
manusia terlalu sering berbohong pada dirinya sendiri, merasa puas dengan apa yang didapat padahal itu hasil dari melukai perasaan orang lain....
saat kita mulai tak bersemangat coba ingat kembali, betapa pada awalnya semua begitu menggebu, betapa banyak harapan yang sekarang sedang bergantung di depan kita....dengan mengingat prosesnya dan menikmati perjalanannya niscaya semua akan menjadi lebih mudah.
jangan lupa pula untuk selalu bersyukur, tak akan jadi apa2 kita tanpaNya...
apapun hasil yang kita harapkan ingatlah untuk menikmati prosesnya, karena melalui proses itulah kita belajar menghadapi segala rintangan dan melalui proses itulah kita selalu ingat untuk bersyukur...
tak kan pernah ada artinya hasil yang luar biasa tanpa proses yang penuh kerja keras.
Sabtu, 24 Juli 2010
24 Juli 2010
bukan perjalanan singkat,
perjalanan yang mudah juga bukan...setiap langkah dengan smua ego dan asa yang menggebu akhirnya sampai pada titik dimana saya harus bersyukur dan bersyukur...
saya bukan manusia super tegar yang tak pernah menabrak tembok penghalang dalam langkah-langkah mantap saya, saya hanya manusia dengan keinginan yang besar untuk mewujudkan setiap ego saya.
saya juga pernah menangis hampir menyerah malah, namun hati saya...tak pernah mengizinkan itu terjadi.
saya hanya pengamat yang mencoba memahami apa yang terjadi disekitar saya......teman yang bersedih karena skripsi tak kunjung kelar, teman yang murung karena ada masalah dengan pacar, mungkin saya hanya bisa diam namun dalam hati saya selalu berusaha menempatkan diri saya pada titik mereka.
saya kemudian paham, kenapa Allah tak menempatkan saya pada posisi mereka, karena saya tak akan menjadi sekuat mereka, karena saya tak akan menjadi setegar mereka...
saya ingin membuat teman-teman saya tetap bersemangat,,saya ingin membuat mereka tetap tersenyum..
semoga saya bisa :-)
perjalanan yang mudah juga bukan...setiap langkah dengan smua ego dan asa yang menggebu akhirnya sampai pada titik dimana saya harus bersyukur dan bersyukur...
saya bukan manusia super tegar yang tak pernah menabrak tembok penghalang dalam langkah-langkah mantap saya, saya hanya manusia dengan keinginan yang besar untuk mewujudkan setiap ego saya.
saya juga pernah menangis hampir menyerah malah, namun hati saya...tak pernah mengizinkan itu terjadi.
saya hanya pengamat yang mencoba memahami apa yang terjadi disekitar saya......teman yang bersedih karena skripsi tak kunjung kelar, teman yang murung karena ada masalah dengan pacar, mungkin saya hanya bisa diam namun dalam hati saya selalu berusaha menempatkan diri saya pada titik mereka.
saya kemudian paham, kenapa Allah tak menempatkan saya pada posisi mereka, karena saya tak akan menjadi sekuat mereka, karena saya tak akan menjadi setegar mereka...
saya ingin membuat teman-teman saya tetap bersemangat,,saya ingin membuat mereka tetap tersenyum..
semoga saya bisa :-)